14 Januari 2014

12 Rabiul Awal

Diposting oleh Ayu Wulandini di 14.1.14 0 komentar

Pasti ingat dong, ada peristiwa apa di tanggal ini?
Semua orang indonesia pasti tau, karena hari ini kalender pun berwarna merah
Di kalender pun tertulis, 'maulid Nabi Muhamamad SAW'

Ya, 12 Rabiul Awal merupakan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW
Kebanyakan orang pun, hanya mengetahui atau hafal dengan perayaan kelahirannya saja.
Padahal, ada kisah mengharukan lain di tanggal 12 Rabiul Awal ini.

12 Rabiul Awal
merupakan hari dimana Nabi Muhammad mengingat kita, untuk terakhir kalinya
merupakan hari, ketika Nabi lebih mengkhawatirkan umatNya dalam keadaan sakratul maut

Pada tanggal itu juga, Umar bin Khattab pun mengacungkan pedangnya dengan tinggi,
Mengancam siapapun yang berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah meninggal
Sampai akhirnya, Abu Bakar pun mengeluarkan pernyataannya
"Saudara-saudara, barangsiapa mau menyembah Muhammad, maka Muhammad sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, maka Allah selalu hidup dan tak pernah mati."

Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah,
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imran: 144).



Ya Rasul, pada tanggal ini Engkau dilahirkan
dan pada tanggal ini pula Engkau kembali kepada Allah.
Rindu ini, begitu dalam untukmu,ya Rasul
Walaupun diri ini belum pernah bertemu langsung denganmu,
walaupun diri ini tidak bisa menziarahi makammu dari dekat.
Tidak mengurangi rasa rindu dan harapanku untuk segera bertemu denganmu di akhirat nanti

Saat ini, hanya shalawat yang bisa kulakukan untuk mengenangmu, ya Rasulullah





»»  Read More...

6 Januari 2014

The Next?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 6.1.14 0 komentar

Ini souvenir dari nikahan icha kemarin.
Lihat kertas yang dipegang Aya deh

Aku ga tau tulisan apa yang ada di kertas itu,
sampai pengambilan gambar selesai dilakukan.

Anggap sebagai doa aja deh ya
:)
»»  Read More...

Happy Wedding

Diposting oleh Ayu Wulandini di 6.1.14 1 komentar
5 Januari 2014.
Menjadi tanggal yang sangat spesial untuk sahabatku, Raisa.
Aku turut berbahagia atas kebahagiaanmu, Cha

Gimana rasanya, Whe? Lo kan orang yang paling deket ama Icha
Pertanyaan itu muncul dari salah satu teman kami, di tengah-tengah resepsi pernikahan
Saat itu aku cuma bisa menjawab dengan senyum,
keadaan saat itu terlalu ramai untuk saling berbicara

Begitu sampai di rumah, pertanyaan itu masih berada dipikiranku.
Bagaimana rasanya?

Rasanya semua campur aduk, antara sedih dan haru.
Sedih, karena aku merasa kamu sudah diambil sama Ijul.
Karena aku akhirnya teringat kembali dengan kebersamaan-kebersamaan kita kemarin dan aku khawatir kita akan sulit untuk bertemu lagi.
Haru, karena sahabat dekatku, akhirnya bisa menyempurnakan agamanya,
Karena aku bisa menemanimu hingga ijab qabul itu terjadi.

Persahabatan kita memang unik,
Kita tidak punya banyak persamaan, tapi kita bisa saling mengerti
Kita memang tak selalu bersama, tapi kita tahu kapan kita harus bersama
Bahkan kita pun mengerti, kapan seharusnya kita saling membantu,
kapan kita seharusnya saling menjauh, memberikan ruang untuk menyelesaikan urusan masing-masing

Kemarin, ketika akhirnya dirimu keluar setelah ijab qabul itu terucap,
kau terlihat sangat cantik sekali.

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

Selamat ya, Cha atas pernikahanmu.
Semoga kamu selalu bahagia bersama Ijul.

Ini beberapa dokumentasi di hari bahagiamu kemarin, Cha











»»  Read More...

29 Desember 2013

ODOJers wanna be

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 2 komentar
Pernah dengar tentang One Day One Juz yang lebih dikenal dengan ODOJ?


Hal ini sedang cukup ramai dibicarakan dan dikerjakan.
Sebenarnya ini bukan hal yang baru ditelingaku,
aku pun sempat pernah menjadi ODOJers ketika ada program ODOJ di Forum Muslim Angkatanku
Namun sayangnya, hal itu tidak terus berlanjut karena ada beberapa kendala.

Pada pertengahan bulan ini, aku pun mendapatkan jarkom tentang ODOJ ini

Bagi yang ingin bergabung dengan komunitas One Day One Juz, silahkan berkunjung langsung ke alamat: www.onedayonejuz.org. Atau dapat mendaftarkan diri langsung dengan cara sebagai berikut:

*GABUNG VIA WHATSAPP*
Ketik:Nama_No. Whatsapp_Lk/Pr_Domisili. Kirim ke: Ikhwan/Pria: 0898 9221 587 (Muflih). Akhwat/Wanita: 0813 6770 0363 (Nona)

*GABUNG VIA BBM*
Ketik:Nama_Pin_Lk/Pr_Domisili. Kirim ke: Ikhwan/Pria: 0898 9221 587 (Muflih) Akhwat/Wanita: 0813 6770 0363 (Nona)

sumber: Islamedia

Mengingat aku pernah gagal di ODOJ sebelumnya, aku pun tidak langsung mendaftar.
Namun aku menargetkan, di awal 2014 nanti, aku harus menjadi ODOJers.

Kenapa tidak dari sekarang?
Sekarang aku memperisapkan diri dulu dengan baik
Melatih diri untuk istiqomah membaca nya,
membiasakan untuk benar-benar membaca minimal satu juz sehari

Aku berharap, dengan persiapan ini,
aku akan tetap istiqomah dalam menjalankan ODOJ nanti.

Bismillah, Ayu Wulandini, akan jadi ODOJers di tahun 2014

»»  Read More...

Enelis A105

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 0 komentar
Enelis A105 merupakan salah satu lokasi paling nyaman yang pernah aku tempati.
Berawal dari meningkatnya tuntutan akademis, membuat aku harus kembali ngekos di dekat kampus.
Pilihan itupun jatuh kepada Enelis A105

Kira-kira sebulan aku disana.
Ya, aku cuma ngekos sebulan, cuma sampai UAS semester ini berakhir.

Alhamdulillah banget, tempat ini benar-benar mendukung keberlangsungan akademis ku
Dari penyelesaian tugas besar hingga bab 1-3 tesis.
Tempat yang kurasa cukup strategis untuk 'bertapa'
tidak terlalu jauh dari kampus, dekat dengan berbagai warung
Kondisi udara yang enak, walaupun cukup bising karena banyak kendaraan yang lewat depan kosan

Bapak dan Ibu kos yang ramah
Teman sebelah kamar,yang juga teman dari SMA
Membuat ku benar-benar tambah menikmati tinggal disini.

Sayangnya, aku hanya sebulan disana
ketika UAS semester ini berakhir, beberapa hari kemudian aku pun segera pindah dari tempat ini.

Jika suatu saat kalian butuh tempat kos-kosan dekat dengan teknik UI,
Aku merekomendasikan Enelis sebagai tempat kosan ternyaman

»»  Read More...

Pernah di Bully

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 0 komentar
Pernah denger orang bicara tentang pem-bully-an?
Pernah ngerasa gimana di-bully?
Tau sakitnya di-bully itu?
AKU PERNAH.

Kalian tau kenapa bully begitu sangat tidak dianjurkan dan sangat tidak keren untuk dilakukan?
Karena itu sangat menyiksa korbannya. Parahnya, bully lebih sering menyakiti mental daripada fisik sang korban itu sendiri.

Pernah dengar berita tentang anak STM yang menyiramkan air keras ke dalam sebuah metromini?
Apakah kalian termasuk orang yang ikut mencibir atau menyalahkan sang anak karena perbuatannya?
Sayangnya, itu merupakan salah satu bentuk bullying juga.

Hampir sama dengan apa yang pernah aku rasakan.
Melakukan sebuah kesalahan, kemudian dicibir dan disalahkan oleh lingkungan sekitar.




DON'T YOU KNOW HOW IT FEELS?
CAN'T YOU JUST SHUT YOUR MOUTH UP AND LET ME FIX MY MISTAKE?
I NEVER ASKING YOUR HELP TO FIX THIS, WHY DON'T YOU JUST SHUT UP?

Rasanya pengeeen banget teriak-teriakin ini ke mereka.
Aku tau kalo aku telah berbuat kesalahan, trus apa hubungannya dengan kalian?
Aku benci dengan tatapan-tatapan yang penuh tuduhan itu
Aku benci dengan langkah kalian yang semakin menjauh
Aku pun semakin tau kalau selama ini pertemanan kita sepalsu itu

Bahkan tindakan kalian pun sempat membuat diri ini ga betah berlama-lama dikelas
Membuat diri ini tak nyaman lagi berada di kampus
Tak nyaman lagi untuk berada di tempat yang dulu bernama "basecamp"
Tak nyaman lagi untuk berpapasan dengan kalian
Parahnya, aku pernah terfikir untuk mengakhiri hidup ini

Jika bukan karena keluargaku,
jika bukan karena beasiswa ini,
aku pasti sudah memutuskan untuk menghentikan kuliah ku
atau bahkan, nyawaku sendiri

Tapi,
aku tetap berterima kasih kepada kalian
aku jadi tahu, siapa sesungguhnya kawan dan lawan
aku jadi tahu, bagaimana seharusnya aku bersikap dengan kalian
aku pun jadi tahu, bagaimana aku harus kembali bangkit ketika sedang terpuruk

Seperti potongan lirik lagu di atas




Terima kasih ya kalian
Semoga tidak ada korban bully kalian selanjutnya
Semoga kalian jadi orang yang lebih baik lagi ya
Semoga kalian tidak menjadi korban bully selanjutnya,
karena belum tentu kalian sanggup untuk jadi korban bully





»»  Read More...

Asmara 2013

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 0 komentar
Entah kenapa, asmara selalu menjadi bahasan yang selalu enak dibahas.
Ada apa dengan asmara di tahun 2013?

Di tahun 2013 ini, asmara nya masih diliputi oleh kode-kodean ga jelas
Sayangnya aku bukan orang yang suka dengan kode-kodean itu

Bukan berarti ga peka ya, tapi ga suka aja.
Tau kok kode-kodean itu
tapi males aja ngurusin hal-hal ga jelas kaya gitu

Mungkin karena aku memiliki latar belakang sebagai anak teknik,
semua hal harus bisa terlihat dan terbukti konkrit.
Aku jadi punya kekesalan tersndiri dengan kode-kode itu

Tapi yasudah lah, yang berlalu biarlah berlalu.
Kira-kira apa yang akan terjadi di tahun 2014 nanti ya?

Just wait and see
Kemana Allah akan mengarahkan hati ini






»»  Read More...

Hate a good thing?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 0 komentar

Ini adalah hal yang paling berasa di tahun 2013. Ayat ini pun menjadi pengingat dan penguat diri ini kalo apa yang aku dapatkan ini adalah sesuatu yang baik buatku.

Well, honestly, sampai sekarang pun aku belum terlalu yakin dengan jalan yang aku tempuh, dengan keputusan yang aku ambil. Mungkin ini salah satu cara Allah untuk memberikan petunjuk kepada hambanya yang ga jelas kemana maunya.

Di tahun ini, ada dua hal yang sebenernya tidak benar-benar aku inginkan tapi aku mendapatkannya.
Maaf banget nih, bukannya gamau bersyukur, namun aku ngerasa kalo diri ini tuh belum pantas untuk mendapatkan hal-hal seperti itu.

1. Umroh
Siapa coba yang gamau berangkat umroh, bisa mengunjungi makam Rasul dan ke rumah Allah. Melihat langsung kiblat seluruh umat muslim di dunia. Melihat lokasi-lokasi ketika peradaban islam zaman Rasulullah. Siapa coba yang gamau kesana?

Bukannya aku gamau kesana, namun saat itu, aku ngerasa ini bukan waktu yang pas. Memang sih, dari akhir 2012 pun aku sudah diberitahu untuk berangkat umroh, menemani mami yang pergi umroh. Saat itu, aku sedang menyusun skripsi. Seperti  yang orang tau, masa skripsi seharusnya fokus aja sama skripsinya dan awalnya aku ga mau untuk berangkat umroh.

Namun, setelah pembicaraan panjang, akhirnya aku meninggalkan skripsi ku sejenak dan berangkat umroh.
Sekali lagi, bukannya aku gamau menjalankannya, namun aku merasa waktunya belum pas.

Karena ada yang Maha Mengetahui apa yang baik buatku, aku pun mengikhlaskan diri untuk berangkat kesana. Meyakinkan diri kalo skripsi ku akan baik-baik saja ditinggal sebentar.


2. Fasttrack
Untuk orang-orang yang suka baca postingan di blog ini, pasti udah sering liat keluhan-keluhanku tentang fasttrack ini. Sama seperti hal sebelumnya, bukannya aku gamau bersyukur karena menerima beasiswa ini. Namun aku merasa belum sanggup dan pantas untuk menerima beasiswa ini.

Terkadang aku suka minder sendiri dengan rekan sesama penerima beasiswa ini. Mereka adalah orang-orang yang aktif bertemu dosen, orang-orang yang langganan jadi asisten. Sedangkan aku, ujian jadi asisten di laboratorium aja gagal. Dosen-dosen pun, entah benar-benar mengenalku atau tidak. Intinya sih, aku  ngerasa beda sendiri aja.

Sekali lagi, aku percaya Allah itu Maha Mengetahui. 
Potongan ayat di atas pun membuat aku semakin yakin bahwa hal ini adalah baik bagiku
Mungkin Allah merasa bahwa aku memang pantas mendapatkan hal itu, 
mungkin juga ada pelajaran yang akan Allah berikan dengan adanya hal-hal ini.


Hanya Allah yang tahu.
Aku hanya menjalankan semua sesuai dengan peraturannya
Allah lebih mengetahui apa yang pantas aku dapatkan


»»  Read More...

Every ending is just another beginning

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.12.13 0 komentar
Judul tulisan ini merupakan tulisan yang sering aku temui di sampul buku tulis
Judul ini sepertinya cocok untuk menggambarkan saat ini, akhir 2013 yang akan masuk ke 2014

Postingan selanjutnya akan berisi tentang hal-hal yang mungkin pernah kalian baca dipostingan sebelumnya dan hal-hal yang awalnya belum terungkapkan dan aku putuskan untuk menuliskannya disini.

Semoga kejadian di 2013 bisa membuat aku jadi orang yang lebih baik di 2014 nanti

»»  Read More...

23 Desember 2013

Is This The End?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 23.12.13 0 komentar
Udah satu semester setelah wisuda kemarin, ga kerasa ya?
Waktu yang udah terlewati, biasanya emang terasa cepat banget berlalunya,
waktu yang akan datang, biasanya terasa lebih lama kedatangannya.

Ketika awal-awal menjalani perkuliahan pasca sarjana ini, aku ngerasa akan melewati masa yang cukup lama untuk menyelesaikan ini, sesuatu yang awalnya ga terlalu diinginkan.

Namun sesuatu yang dimulai harus diakhiri, aku pun menyegerakan semuanya. Meyakinkan diri untuk menyelesaikan apa yang ada.

Sampai akhirnya, hari ini pun datang.
Hari ketika UAS telah dilewati
Hari ketika deadline pengumpulan draft pun telah dilalui.

Terasa ada beberapa beban yang telah terangkat
Langkah terasa lebih ringan
Senyum pun menjadi lebih lebar

Alhamdulillah, akhirnya semester ini (hampir) selesai
Tinggal menunggu keluarnya jadwal sidang
Menunggu keluarnya nilai-nilai
Hingga akhirnya nanti melanjutkan semester berikutnya


Is this the end?
It's almost end
Let's rock until the end!! 

»»  Read More...

29 November 2013

Syukur++

Diposting oleh Ayu Wulandini di 29.11.13 4 komentar

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Kalimat tersebut berkali-kali diulang pada surat Ar-Rahman, surat yang menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT.

Begitu juga dengan ini:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim:7)

Kedua kalimat tersebut sebenarnya sudah cukup menjadi pemicu kita untuk terus bersyukur dengan apa yang telah kita dapatkan. Sayangnya, tidak semua yang kita dapatkan adalah sesuatu yang benar-benar kita inginkan. Lantas, bagaimana kita mensyukuri sesuatu yang sebenarnya tidak kita inginkan?



Saya adalah seorang mahasiswi UI yang merupakan penerima beasiswa program fasttrack dari DIKTI. Awalnya, saya merupakan ‘pemburu’ beasiswa, karena saya merasa biaya kuliah S1 saya cukup tinggi. Sayangnya, sampai saya mendekati semester 6, tak ada satu beasiswa pun yang berhasil saya dapati.

Hingga akhirnya pada akhir semester 6, ada penawaran beasiswa program fasttrack, yang berarti, jika saya diterima, saya akan melanjutkan kuliah saya pada jenjang S2 pada saat saya masih berada di semester 7 nanti. Sebagai pemburu beasiswa, saya pun memasukkan berkas saya ke beasiswa tersebut. Walaupun sebenarnya, saat itu saya masih ragu akan langsung melanjutkan kuliah atau bekerja dahulu. Namun, saya percaya penuh, diterima atau tidaknya nanti, itu sudah menjadi keputusan terbaik dari Allah.

Semester 7 datang, dan belum ada pengumuman apapun mengenai beasiswa tersebut. Saya pun menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa S1 biasa. Hingga akhirnya, beberapa minggu sebelum UTS, pengumuman tersebut datang. Ternyata saya diterima beasiswa tersebut. Mulut ini langsung segera mengucap hamdallah, menunjukkan rasa syukur atas pengumuman tersebut. Setelah saat itu, saya pun resmi menjadi mahasiswi program fasttrack.



Ternyata, menjadi mahasiswa S2 itu cukup sulit. Itu adalah kesimpulan awal yang saya rasakan setelah benar-benar menjalani perkuliahan S2. Dengan teman yang lebih sedikit, tugas yang semakin menumpuk, tuntutan pemikiran yang harus lebih cerdas, saya hampir merasa tidak sanggup menjalani perkuliahan tersebut. Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya menyelesaikan skripsi dan diwisuda, saat ini saya sudah diminta untuk mulai mengerjakan tesis.

Saya benar-benar merasakan makna fasttrack tersebut. Semuanya terasa lebih singkat. Saya pun harus berfikir dan bekerja dengan lebih cepat pula. Saya bahkan sempat mempertanyakan mengapa saya diterima. Padahal dibandingkan dengan penerima beasiswa lain, IPK saya sangat pas-pasan. Kemudian saya pun ber-istighfar. Saya khawatir pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat saya menjadi orang yang kufur nikmat. Na’udzubillah

Saya pun berusaha move ON untuk menjadi orang yang bersyukur. Saya mengingat-ingat semua nikmat yang telah saya dapatkan. Bersyukur karena saya beruntung bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Bersyukur karena saya bisa meringankan beban orang tua saya dengan tidak membayar biaya kuliah di semester 7&8 serta selama pasca sarjana ini.

Sayangnya, iblis pun tau cara menggoda saya. Saya diingatkan pula dengan beban perkuliahan yang berat. Saya diingatkan dengan kebahagiaan-kebahagian rekan-rekan saya yang sudah bekerja dan mendapatkan gaji yang cukup tinggi. Dalam diri ini serasa ada perang batin antara dua kubu.



Ya Allah, kuatkan hamba..


Saya pun mencari cara agar saya bisa teguh dijalan ini dan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Saya teringat dengan kalimat: “Lakukan hal yang kamu cintai atau cintai hal yang kamu lakukan”
Saya merasa saat ini saya belum mencintai hal yang saya lakukan saat ini. Saya belum mencintai aktifitas saya masih mahasiswa dengan segudang tugas dan bermacam target. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mulai belajar mencintai.

Belajar mencintai ternyata tidak mudah. Namun saya pun terus ‘memaksa’ diri saya untuk terus belajar mencintai apa yang saya lakukan. Memulai dengan membiasakan membaca-baca jurnal secara rutin, berdiskusi dengan teman ataupun dosen untuk mendukung tesis saya. Mulai membiasakan mengurangi lagi waktu tidur saya. Mulai membiasakan tidak jajan sembarangan agar badan saya tetap fit. Hingga akhirnya, saya pun benar-benar terbiasa dengan kegiatan-kegiatan tersebut.

Saya akhirnya menjalani kehidupan mahasiswi saya dengan benar-benar bersyukur. Mencintai apa yang saya lakukan dan akhirnya melakukan apa yang saya cintai.

Ternyata, rasa syukur itu tidak cukup hanya dengan berucap syukur. Kita harus belajar mencintai hal tersebut untuk benar-benar mensyukuri apa yang kita dapatkan. Hingga akhirnya kita menjadi orang yang memiliki syukur++

Semoga bermanfaat J


Tulisan ini pernah dikirimkan ke Tulisan Pembaca website Jamil Azzaini namun belum lolos Tim Redaksi
»»  Read More...

14 November 2013

Sulit bukan berarti tak mungkin

Diposting oleh Ayu Wulandini di 14.11.13 0 komentar

Nobody said it was easy,
No one ever said it would be this hard,
Oh, take me back to the start.
(Coldplay-The Scientist)

Potongan lirik tersebut sempat saya temukan pada saat saya sedang menonton serial Glee. Saat itupun saya mendapatkan makna yang cukup dalam dari lirik tersebut.

Sering sekali kita merasa berada dalam keadaan yang sangat sulit, bahkan terkadang kita pun berandai-andai untuk bisa memutar balikkan waktu dan kembali ke beberapa masa sebelum saat ini.

Kita sudah terlalu sering mendengar bahwa hidup itu pasti akan penuh cobaan. Namun, mungkin kita tidak menyangka bahwa cobaan tersebut akan sesulit ini. Percayalah, sesuatu yang sulit, bukan berarti tidak bisa dilalui.

Karena Allah tidak akan memberikan beban yang tidak sanggup dipikul oleh makhluk-Nya, kita sebaiknya lebih bersabar dalam menjalani semuanya.




»»  Read More...
 

Ayu Wulandini Rezkyal Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez