Tampilkan postingan dengan label daily diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily diary. Tampilkan semua postingan

19 Mei 2017

I AM A MOM!!!

Diposting oleh Ayu Wulandini di 19.5.17 0 komentar

Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak menyentuh dunia tulisan di blog ini, saya sudah berganti status sebanyak 2 kali. 6 Mei 2016 saya menjadi seorang istri dan 13 Februari 2017 saya menjadi seorang ibu.

Banyaaaak banget hal yang berubah dalam hidup saya dan alhamdulillah saya bersyukur bisa merasakan perubahan-perubahan itu. Ada orang lain yang harus saya pertimbangkan pendapat dan keperluannya. Beradapatasi dengan kebiasannya yang mungkin berbeda dari keseharian saya. Ditambah lagi dengan keseharian bersama si kecil yang sangat seru.



Tapi ga semua keseruannya bisa diceritain di satu postingan ini. Doakan saja, semoga bisa kembali memiliki rutinitas ngeblog seperti dulu lagi. Saya pun merindukan masa-masa bisa menuliskan dan berbagi dalam tulisan. Ada kebahagiaan tersendiri bisa berbagi. Sharing is caring, begitu kata orang-orang sekarang

Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya
»»  Read More...

6 Desember 2015

Happy Birthday, Dad

Diposting oleh Ayu Wulandini di 6.12.15 1 komentar


Ga berasa ya pap, hari ini papi berulang tahun lagi
Alhamdulillah, papi sampai saat ini masih sehat-sehat aja

Semoga papi akan terus sehat ya, dan tetap bisa beraktifitas seperti sekarang, hingga cita-citanya papi terwujud.

Semoga nanti, di ulang tahun papi selanjutnya, ayu bisa ngadoin papi calon cucu ya, aamiin.
»»  Read More...

2 Desember 2015

Meeting atau Jalan-jalan?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 2.12.15 0 komentar
"Kakak, mau pergi meeting atau jalan-jalan sih?"

Ini adalah pertanyaan yang suka terlonta dari adik-adik gue, atau mungkin dari beberapa rekan kerja yang lain ketika gue mempunyai agenda meeting di luar kota.

Memang agak susah sih menjawabnya, karena kedua hal tersebut ada.
Jika agenda pelaksanaan selama 3 hari, maka biasanya akan ada 1 hari yang bebas meeting dan agendanya pasti senang-senang, entah ada outbond, team building, atau jalan-jalan.

Jadi ya, jika ditanya pergi meeting atau jalan-jalan?
ini tuh meeting, cuma ada bonus jalan-jalannya.

Enak kaan..
makanya, gabung ke divisi gue aja yuk, biar banyak jalan-jalannya,hahaha



»»  Read More...

Homeband PT. Asia Dwimitra Industri

Diposting oleh Ayu Wulandini di 2.12.15 0 komentar

Di awal tahun 2014, gue pernah menuliskan kalo tahun 2014 itu fokus kehidupan akan berada di biola, bahasa jerman dan cinta. Sayangnya, yang bisa bertahan sampai akhir 2015 ini baru biola nya aja.


Di tempat kerja gue sekarang, alhamdulillah, minat gue terhadap biola pun tersalurkan
Beberapa acara besar disini menggunakan live music yang biasa disebut dengan homeband, dan gue tergabung di homeband tersebut sebagai pemain biola.


Homeband pun sempat beberapa kali manggung, pas acara opening KNK muda, acara halal bihalal, acara puncak 17 agustus dan bulan kesehatan wanita, dan terakhir, kami baru saja tampil untuk diacara konvensi nasional KNK di kementrian tenaga kerja dan transmigrasi. Alhamdulillah, kamipun mendapatkan kesempatan manggung di depan bapak Menterinya.

ini nih foto-foto kami dari mulai gladi bersih (H-1) hingga pas hari H nya..

H-1



Hari H

Dengan adanya homeband ini, selain bisa menambah kenalan dari bagian lain, juga bisa menyeimbangkan aktifitas. jadi ga bosen ngurusin kerjaan melulu,hahaha


Ada acara yang butuh live music?
Coba aja kontak kami, siapa tau kalian beruntung




»»  Read More...

18 November 2015

Karena gue sayang lo, We

Diposting oleh Ayu Wulandini di 18.11.15 0 komentar

Hari ini, kira-kira sudah 3 kali dia mengulang kalimat itu
Kalimat yang gue rasa beneran tulus diucapkan, karena jarang-jarang kita ngomong yang bener hehe

Yang ngomong barusan itu mpok gue di kantor, namanya Aurora, dia itu temen ngerusuh kerja di kantor. Walaupun masa kerja beliau udah lebih lama, tapi jiwanya masih bisa nyatu ama anak baru kok

Gue dan dia, terkadang baekan, terkadan beranteman, Yaa, pokoknya mah, kita apa adanya aja gitu. kalo lagi sebel2an, ya berantem2an ajalah tapi pas lagi baek, bisa kaya kakak adek yang lagi akur-akurnya,hohoho

Tadi siang, pas di kantor, setelah cerita-cerita tentang kehidupan kemarin, diapun mengatakan kalimat yang menjadi judul postingan ini.
"karena gue sayang lo, We, makanya gue kaya gini. Jadi ya, kalo lo cerita trus gue suka nyeletuk-nyeletukin lo, ya itu emang bener pengen gue sampein, Karena gue sayang ama lo, We, gue yang sebelumnya udah pernah punya masa lalu yang mungkin ga jauh beda sama apa yang lo ceritain, gue ga pengen lo terjebak dalam kesalahan yang sama. Lo mesti bisa segera bangkit ya we."


siyap mpok!!

»»  Read More...

17 November 2015

Langit masih biru

Diposting oleh Ayu Wulandini di 17.11.15 0 komentar

Hari ini,
langit masih biru
awan masih putih
angin masih berhembus
matahari masih bersinar

tidak terlihat perubahan di hari ini
semua masih sama
walau kini, aku dan kau, tak lagi menjadi kita
»»  Read More...

15 November 2015

Siapa takut sakit hati?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 15.11.15 0 komentar


Pertanyaan yang mungkin hampir semua orang akan mengacungkan tangan.
Karena hakikatnya,semua orang pasti menginginkan kebahagiaan.



Terkadang, kita berada di suatu persimpangan pilihan yang sulit, dan kemungkinan terbesarnya adalah sakit hati. Haruskah kita menghindari pilihan tersebut untuk menjaga ketahanan hati kita?
Ah, persoalan hati terlalu rumit untuk disandingkan dengan logika

Percayalah, berfikir logis tetap diutamakan, walaupun keadaan hati juga tidak boleh dikesampingkan
Jika secara logis, keputusan harus berakhir dengan rasa sakit hati, mungkin memang itulah jalan yang ditunjukkan Tuhan kepada kita.
karena kita mengambil keputusan secara logis, insya Allah, obat penyembuhnya pun akan ada dan lebih konkrit karena memiliki dasar pemikiran logis.

Masih belum berani ambil keputusan karena takut sakit hati??

»»  Read More...

11 November 2015

Rezeki : Countable atau Uncountable?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 11.11.15 0 komentar
Beberapa minggu belakangan ini, lagi dihadapkan dengan beberapa pembelajaran mengenai rezeki, dan kebanyakan mempermasalahkan masalah salary. Ada juga yang mempermasalahkan nama perusahaan yang kurang terkenal ataupun lokasi perusahaan yang tidak cukup strategis.

Terkadang pusing sendiri, rezeki itu harus identik dengan gaji dan pekerjaan kah?
Sebenernya, rezeki itu sesuatu yang dapat dihitung atau tidak?


Yuk, kita coba bandingkan yuk.

Si A, bekerja di sebuah perusahaan X yang sangat ternama dengan gaji yang cukup lumayan, 2 digit dalam rupiah. Sayangnya, perusahaan X tersebut cukup jauh dari rumahnya, sehingga A harus menempuh perjalanan yang cukup lama setiap harinya, 2 jama di pagi hari dan 2 jam di sore hari. Sepulang kantor, A pun sudah lelah, walau hanya untuk sekedar berbincang dengan orang tua ataupun adik-adiknya. Karena terletak di ibukota, maka gaya hidup menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan olehnya. Walaupun salary si A cukup banyak, namun kebutuhan yang harus dipenuhi oleh si A.

Si B, bekerja di sebuah perusahaan Y yang tidak cukup dikenal kecuali oleh warga di sekitar kantor tersebut. Lokasi kantor tidak terlalu jauh dari rumah, untuk pagi hari, bisa ditempuh sekitar 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan umum. Untuk pulang kantor pun, biasanya sebelum jam 6 sore juga sudah tiba di rumahnya. Dengan begitu, B masih bisa bercengkrama dengan keluarganya, makan malam bersama dan membantu pekerjaan-pekerjaan di rumah. Karena masih tinggal bersama orang tuanya, A pun bisa menghemat pengeluaran sehari-hari. Sehingga di akhir pekan, dia masih bisa mengajak keluarganya untuk berekreasi bersama.

Jadi, rezeki siapa yang lebih banyak? si A atau si B?
Jika dilihat dari besarnya salary, pasti si A menang
namun, jika dilihat dari kesehariannya, sepertinya si B

Menurut kalian, bagaimana?
Jadi, rezeki itu, countable atau uncountable?




»»  Read More...

10 November 2015

Mewarnai Yuk

Diposting oleh Ayu Wulandini di 10.11.15 0 komentar
Beberapa minggu belakangan ini menemukan informasi kalo ada buku mewarnai untuk dewasa. Begitu tau tentang keberadaan buku tersebut, rasanya excited banget

Gue emang lebih suka mewarnai dibandingkan menggambar, tapi biasanya, mewarnai itu diidentikkan dengan anak kecil.
Begitu tau tentang buku itu, rasanya tuh seperti menemukan kepingan hati yang hilang (halah)


Bahagianya tiada tara loh punya buku kaya gitu.
Ditambah lagi, ada penjelasannya bahwa warna-warna tersebut bisa menjadi terapi untuk mengurangi stress.
Lumayan lah yaa, bisa mengurangi stress dengan cara yang menyenangkan
wait, emang gue lagi stress?
honestly, no. But, melakukan hal yang menyenangkan, ga melulu harus stress dulu kan?

ini adalah beberapa hasil karya gue dan adek gue yang sudah jadi dibuku tersebut

Ayu


Ayu


Ayi
tertarik?
mampir aja ke toko buku terdekat di daerah kalian, trus cari deh adult coloring book.
insya Allah bakal galau mau beli buku yang mana, karena bawaannya pengen beli semua bukunya,hahaha


Yuk Mewarnaiii!!! 
»»  Read More...

9 November 2015

Kesempatan yang (tak) tertukar

Diposting oleh Ayu Wulandini di 9.11.15 0 komentar
Orang-orang suka bilang, 'rezeki itu sudah tertakar, tak akan pernah tertukar'
Ini pas banget dengan apa yang gue rasakan beberapa hari yang lalu.


Di kantor, gue seruangan dengan bagian Training Center (TC), bagian yang biasa mentraining orang-orang di kantor dengan bermacam-macam jenis training.
Nah, mereka itu mau ada training mengenai presentation skill, dan gue ngerasa, gue butuh banget ikut itu training. Secara, beberapa bulan ini, hampir setiap minggu gue melakukan training untuk beberapa level karyawan di kantor. Walaupun udah sering ngasih presentasi, gue ngerasa apa yang gue jalanin ini jadi biasa aja, makanya gue ngerasa butuh input berupa training ini.

sayangnya, training ini terbatas hanya untuk 20 orang, dan kebetulan, atasan gue dikantor tidak memasukkan nama gue di training tersebut. Gue pun ngerasa ini juga merupakan salah satu pengaruh akibat adanya perubahan struktur organisasi yang ada di kantor, jadi ga jelas nih siapa leader gue.
Tapi, yasudahlah, karena ternyata nama gue ga ada, gue terima lapang dada aja. Sambil berharap di gelombang selanjutnya, akan ada nama gue di list peserta.

Kamis sore, setelah jam pulang kerja.
Gue yang tadinya udah tinggal beberes pulang dan jalan ke rumah, tetiba dipanggil oleh bu Nina, leader di struktur yang lama. Beliau mengatakan kalo ada beberapa orang yang bentrok jadwalnya dengan training ini, alhasil, mesti diganti dengan orang lain. Bu Nina pun menanyakan, gue udah pernah ikut training ini atau belum, Begitu tau gue belum pernah ikut training ini, beliaupun akhirnya mendaftarkan gue ke training tersebut.

Agak shock sih sebenernya,ga nyangka juga, sesuatu yang gue inginkan, walaupun awalnya dikira ga bakal dapet, ternyata malah beneran dapet. Alhamdulillah



»»  Read More...

8 November 2015

Hello (again)

Diposting oleh Ayu Wulandini di 8.11.15 0 komentar

Huaaa, rasanya udah lamaaaa banget ga nulis disini
dan kenyataannya, emang udah setahun lebih sih ga nulis-nulis lagi disini..

banyak hal yang sudah terlewatkan, ga sempat ditulis disini, karena sempat teralihkan perhatiannya sama medsos yang lain, sebut saja path, hehe
maafkan aku yaa..



walaupun sudah terlewat, gue sebutin deh apa aja yang sempat terjadi selama gue tidak menyentuh blog ini

1. Gue punya 2 ekor kucing, yang sekarang umurnya udah 1 tahun lebih, namanya kunyil dan kusro
2. Gue sempet gagal sidang tesis yang mengakibatkan harus menambah kuliah 1 semester lagi untuk menyelesaikan tesis tersebut
3. Di satu semester tambahan yang tinggal tesis itu, gue Alhamdulillah dapet kerja
4. Gue kerja di Shoetown Indonesia, 3 bulan sebagai Management Trainee, setelah itu, sampai sekarang, in charge di bidang energi
5. Selama MT, gue dapet keluarga baru, mungkin akan ada postingan khusus untuk menceritakan mereka
6. Selama in charge di bidang energi, gue pun berkesempatan untuk ikut ujian sertifikasi manajer energi, dan alhamdulillah lulus.
7. Februari 2015, akhirnya gue wisuda S2, alhamdulillah

Yaa, cukup sekian beberapa resume perjalanan kisah kehidupan gue selama meninggalkan blog ini.
Semoga dengan tulisan ini, bisa menjadi simbolik, kembalinya Ayu di dunia per-blogging-an,hahaha

Selamat menikmati kembali tulisan-tulisan gue yaa..


»»  Read More...

1 Juli 2014

Keputusan pada bulan Februari

Diposting oleh Ayu Wulandini di 1.7.14 1 komentar
Februari ini, bulan pertama dimulainya semester 2. Tapi bulan ini, bukan perkuliahan sih yang jadi sorotan untuk dibahas. Dibulan ini, lebih dibahas mengenai pilihan hati yang akhirnya diputuskan pada akhir bulan ini.

Sebelumnya, seperti yang pernah di ceritain, gue memulai belajar biola di awal september kemarin. Dan pada bulan februari ini, komunitas tersebut mengadakan konser musikal yang udah jadi acara tahunan. 

Sayangnya, karena gue masih termasuk pemula di komunitas tersebut, jadinya, gue belom bisa ikutan konsernya deh. Untuk sementara jadi penonton dulu, inget loh, SEMENTARA. Next, kalo ada konser-konseran lagi, gue mesti bisa ikut dalam jajaran pemain. 
Sayangnya lagi, setelah konser itu, gue pun memutuskan untuk pindah komunitas. Tetep komunitas biola sih, tapi, gue lebih memilih ikut komunitas yang di Tangerang aja, lebih terjangkau dari rumah dan lebih enak aja bisa ketemu sama orang-orang yang se-passion, tapi berada pada lingkungan yang sama. Semoga aja komunitas ini bisa bikin nama kota Tangerang jadi lebih dikenal di Indonesia. 
Komunitas Biola Tangerang
Dimana hati ini akhirnya memilih untuk berada disini. Pilihan hati pertama di bulan Februari.

Trus, keputusan pilihan hati yang keduanya apa? 
Di bulan Februari ini, gue memilih untuk keluar dari ketidak jelasan dalam sebuah hubungan. Jujur, capek banget rasanya. Berada di zona abu-abu, antara iya dan tidak. Hingga akhirnya, di akhir bulan ini, gue pun akhirnya meminta kejelasan. Hmm, ga secara langsung sih nanya nya, I mean, I'm not the one who asked him about him directly. Mami sih yang nanyain ke dia, ngobrol-ngobrol gitulah. Sampai akhirnya, gue pun memutuskan untuk berhenti menunggu. Emang selama ini menunggu? Honestly, yes. Gue menunggu buat sebuah kepastian, karena gue masih berprasangka baik kalo dia, sebagai laki-laki, akan tegas memberikan keputusan dan kepastian. Unfortunately, akhirnya gue juga yang memutuskan juga, hahaha.

Bener banget, Om

Just live the life happily

»»  Read More...

Kemana Aja?

Diposting oleh Ayu Wulandini di 1.7.14 0 komentar
Jika blog ini bisa berbicara, mungkin ia akan mengatakan apa yang ada di judul postingan ini. Ungkapan hati sebuah blog yang pasti sudah sangat lelah menanti postingan terbaru dari penulisnya. Maaf banget, ternyata engkau terabaikan akibat media sosial yang lain.


Ya, media sosial yang sekarang sangat banyak, membuatku terlena dan terlupa dengan blog ini. Media sosial tersebut mudah diakses menggunakan telepon pintar sehingga ringan untuk dilihat setiap saat. Memangnya blog tidak bisa? Hmm, bisa sih, tapi kurang puas. Sepintar apapun telepon pintar yang ada, tetep aja, nge-blog lebih asik pake laptop. Jadi deh, blog sempet tak tersentuh, maaf ya blog ku sayang.

Sebagai gantinya, postingan selanjutnya bakal diceritain deh, kejadian-kejadian yang cukup  menggugah perasaan kita nantinya. Tunggu aja ya :) 
»»  Read More...

24 Januari 2014

Perubahan pada SIAK NG

Diposting oleh Ayu Wulandini di 24.1.14 0 komentar
Berdasarkan berita yang beredar di sesama mahasiswa, tanggal 24 Januari ini merupakan tanggal pengisian IRS,atau di twitter lebih dikenal dengan #SIAKWar
Namun sayangnnya, hari ini saya dan beberapa rekan sesama Fastrackker pun belum bisa ikut dalam #SIAKWar tersebut. Status pembayaran kami masih Unpaid.


Dan ternyata, terdapat berita mengenai pengisian IRS semester ini dibagi menjadi 2 gelombang. Untuk jalur fastrack, akan mengisi IRS pada tanggal 1-7 Februari nanti.


Jadi kamipun akhirnya menanti hingga tanggal 1 Februari nanti.
»»  Read More...

23 Januari 2014

Perjuangan dalam Berhijab

Diposting oleh Ayu Wulandini di 23.1.14 0 komentar
Apakah kalian orang yang mudah untuk melaksanakan kewajiban berhijab?
Bersyukurlah, karena tidak semua orang bisa menunaikan kewajibannya dengan mudah.


* * *
Seorang sahabatku, sebut saja Mawar.
Seorang yang cukup aktif di berbagai organisasi di kampus, seorang yang cukup mengetahui kemana dirinya harus melangkah dan tidak mudah terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang lain yang akan menjatuhkan dirinya.

Kami bersahabat sejak awal perkuliahan dimulai. Ya, walaupun awalnya kami tidak terlalu dekat, dengan seringnya kami bertemu, kami pun menjadi teman yang akrab. Ditambah lagi, kami berada pada lingkaran yang sama, walaupun terkadang dia tak datang melingkar karena organisasi ataupun tugas kuliahnya.

Dia merupakan orang yang tomboy dan cenderung cuek. Ketika awal kami bertemupun, dia belum berhijab. Bahkan hingga kami lulus pun, dia menjadi satu-satunya orang yang belum berhijab dalam lingkaran kami.

Sebagai teman dekatnya, terkadang aku dan teman-teman lainnya, sering memikirkan bagaimana caranya agar ia mau mengenakan hijabnya. Kami sudah beberapa kali mengingatkan, namun dia merupakan orang yang kuat dengan pendiriannya. Saat itu, dia masih merasa amal yang dia perbuat belum cukup baik, sehingga ia belum mau mengenakan hijab.

Berbagai pendekatan pun telah kami lakukan. Namun, karena Allah yang Maha Membolak-balikkan hati, kamipun akhirnya tinggal berdoa. Kami sudah bingung harus berbuat apa, karena dia terlalu kuat dengan pendiriannya.Hingga akhirnya, kamipun lulus dan kembali ke kota kami masing-masing.

Tak lama setelah kami lulus, aku mengikuti launching buku 'yuk berhijab' oleh felix siauw. Saat itu, aku datang bersama kedua adikku. Karena masing-masing dari kami mendapatkan satu buku, kami akhirnya memiliki 3 buah buku yang sama. Aku ingin memberikan buku tersebut ke Mawar. Aku pun meminta alamat rumahnya dan mengirimkan buku tersebut beserta sepucuk surat ke rumahnya. Aku juga berdoa, semoga ini bisa menjadi salah satu jalan agar Allah memberikan hidayah kepada Mawar.
Sekitar 2 atau 3 bulan setelah aku mengirimkan buku tersebut Mawar menghubungiku via whatsapp.
We, mulai besok gue Insya Allah udah berhijab. Terima kasih ya.
Hanya beberapa kata, namun sangat membuatku senang. Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau memberikan petunjuk kepadanya. Semoga dia istiqomah menjalankannya.

* * *
Empat bulan setelah ia berhijab, aku dipertemukan kembali dengannnya pada acara pernikahan sahabat kami. Sambil menunggu acaranya dimulai, kamipun saling bercerita. Hingga akhirnya, dia bercerita tentang proses dia berhijab.

'We, tau ga sih? Awalnya ortu gue ga setuju loh kalo gue berhijab'

'Loh, kenapa?'

'Iya, jadi kan keluarga gue emang ga punya background yang agamis banget. Jadi ya sayang aja kalo gue udah berhijab di usia semuda ini. Bokap gue khawatir kalo ntar gue susah dapet kerja atau gimana-gimana'

'Trus?'

'Ya kan di buku yang lo kasih juga udah dijelasin kalo berhijab itu wajib. Sama kaya sholat 5 waktu, itukan wajib juga. Nah, pas ngomong lagi sama Bokap, gue bilang deh ke bokap gue, "kalo papa ngelarang aku berhijab, itu sama aja papa ngelarang aku sholat, Pa" akhirnya dengan kata kunci kaya gitu, Bokap gue pun akhirnya ngebolehin gue untuk berhijab'

'Begitu akhirnya lo berhijab, bokap lo gimana?'

'Ya, mungkin karena Bokap pun ngeliat gue berhijabnya dengan benar dan ga aneh-aneh kaya diputer-puter atau dililit-lilit gitu. Bokap gue pun akhirnya biasa aja. Ga ngelarang-ngelarang juga, ga komen yang aneh-aneh juga'

'Alhamdulillah deh kalo gitu'

'Eh iya, tau ga, Nyokap gue sempet marah sama lo loh, We?

'Marah sama gue? emang kenapa?'

'Iya, kan lo ngirimin buku itu ke rumah gue. Nyokap gue sempet ngerasa sebel gitu sama lo, kenapa lo ngirimnya ke rumah gue? Nyokap gue ngerasa di-judge kalo dia ga bisa ngajarin anaknya'

'Ya ampun. Gue ga maksud gitu kok, Mawar'

'Iya, We. Gue tau kok. Makanya gue juga udah jelasin ke Nyokap gue kalo lo ga kaya gitu. Akhirnya Nyokap gue udah gapapa kok'

'Kalo sekarang, Nyokap lo gimana?'

'Alhamdulillah, Nyokap gue baik-baik aja. Bahkan sekarang, Nyokap gue udah mulai mengulurkan kerudungnya. Kata nyokap gue, "Masa mama kalah sama anaknya yang kerudungnya nutupin dada gitu". Alhamdulillah,We, perubahan dari diri gue, secara ga langsung mengubah Nyokap gue juga.'

'Wah, hebat tuh'

'Iya, We. Sekarang itu, gue udah ga khawatir lagi kalo mau keluar pake baju apa. Dulu tuh, gue suka mempertimbangkan apa kata orang nanti kalo gue pake baju begini begitu. Sekarang, apapun yang gue pake, karena gue melakukannya karena Allah, ya gue jadi nyantai aja. Terserah deh orang mau bilang gue sok alim atau apapun. Yang penting gue udah melakukan kewajiban gue sebagai seorang Muslimah. Makasih ya, We'

'Sama-sama, Mawar'

Kamipun berpelukan, sebelum akhirnya acara penrikahan sahabat kami dimulai
* * *

Sepulang dari acara itu, aku pun sempat menangis. Entah apa yang sebenarnya aku rasa saat itu, namun air mata itu tetap mengalir. Aku merasa sangat beruntung dan bersyukur memiliki orang tua yang mendukung penuh anaknya untuk berhijab. Aku terharu mendengar cerita perjuangan Mawar agar bisa berhijab. Aku pun bahagia, karena Mawar berhasil menghadapi semua rintangan-rintangan tersebut. Semoga engkau tetap istiqomah ya, Mawar




»»  Read More...

No Pain No Gain

Diposting oleh Ayu Wulandini di 23.1.14 0 komentar
Jika beberapa postingan terdahulu bercerita mengenai beratnya aku menjalani semester 1 pada pendidikan S2 ini. Kali ini, aku akan menceritakan tentang akhir dari semester 1 kemarin.

No Pain No Gain.
Kalimat yang akhirnya membawa aku pada saat ini.
Ketika semester ini akhirnya berakhir
senyum pun ikut terukir

Alhamdulillah, hasil dari semester kemarin, benar-benar jauh di luar ekspektasi.
Nilai terendah semester kemarin adalah B+
Dengan IP yang paling tinggi diantara IP ku saat S1 kemarin.
Melihat nilai-nilai tersebut, aku hanya bisa mengucapkan hamdallah.
Sama sekali tidak pernah mengira akan mendapatkan nilai sebesar itu.
Yaa, walaupun masih ada teman-teman yang nilainya lebih tinggi,
setidaknya perjuanganku semester kemarin akhirnya terbayarkan.

Sekarang, saatnya mempersiapkan diri untuk semester depan.
Karena aku menginginkan nilai yang lebih tinggi dari semester kemarin,
aku harus siap untuk berjuang menjalani semester depan yang lebih berat dari semester kemarin.

»»  Read More...

2014: Biola, Bahasa Jerman dan Cinta

Diposting oleh Ayu Wulandini di 23.1.14 0 komentar
Setelah sekian lama ga bikin postingan, akhirnya punya waktu yang cukup luang untuk menuliskan banyak hal, termasuk targetan-targetan di tahun 2014, bahasa kerennya sih, resolusi.

Judul postingan ini merupakan targetan yang baru dalam hidupku nanti. Hal yang baru ditekuni dan semoga hal-hal tersebut bisa meningkatkan kualitas hidupku nanti. 

Biola
Namanya Bebibala :)
Yap, alat musik klasik bersuara sopran ini telah menarik minat ku beberapa tahun belakangan. Butuh waktu sekian lama untuk meyakinkan diri kalo aku bener-bener berminat dengan alat musik ini. Akhirnya, aku pun mengikuti suatu komunitas biola otodidak di kampusku. 
Diawali dengan minat dan penasaran. Itu adalah modalku menekuni alat musik ini. Ditambah lagi dengan dukungan orang tua yang sangat besar, karena harga biola sendiri pun tak cukup murah.
Tahun ini, permainan biolaku harus semakin baik. Harus bisa menjadi bagian dari konser tahunan komunitas ini. Bahkan, aku mengharuskan diriku untuk bisa mengajarkan permainan biola ke orang lain lagi.


Bahasa Jerman
Aku merasa memiliki kemampuan bahasa Inggris saja tidaklah cukup, aku pun memutuskan untuk menambah kemampuan bahasaku dengan ikut kelas bahasa Jerman. Kenapa bahasa Jerman? Hmm, ini udah melalui berbagai pertimbangan sih. Mengingat ini awal dari 'pertambahan kemampuan bahasa' , jadi aku memilih bahasa yang tidak terlalu sulit untuk dipelajari. Memiliki huruf yang sama, walaupun cara bacanya yang berbeda-beda. Sebelumnya sempat ingin belajar bahasa Mandarin, namun rasanya otak ini belum sanggup, mengingat banyaknya huruf pada bahasa Mandarin dengan bentuk yang berbeda dengan huruf biasa. Mungkin setelah lulus S2 dan cukup menguasai bahasa Jerman, aku akan mengambil bahasa Mandarin. Insya Allah.


Cinta
Dimulailah babak baru dalam hidup ini. Karena tahun ini aku Insya Allah akan menyelesaikan pendidikan S2 ku, rasanya aku pun harus mulai mempersiapkan untuk urusan hati (eaa). Aku tau semuanya butuh proses, entah perjalanan cinta seperti apa yang akan aku jalani. Tapi setidaknya, aku ingin proses menuju arah kesana telah dimulai pada tahun ini. Masalah kapan pernikahannya, aku belum mau terburu-buru mengatakannya. Yang jelas, aku tidak mau terburu-buru, tidak pula terlalu lama. Semua indah pada waktunya kan? Silahkan tunggu kabar bahagiaku pada waktu yang indah ya :)

»»  Read More...

Kegagalan adalah sukses yang tertunda

Diposting oleh Ayu Wulandini di 23.1.14 0 komentar
Pernah dengar dengan istilah ini?
Saya pernah mendengarnya, bahkan baru saja mengalaminya.

Pada semester kemarin, merupakan waktu untuk menyusun proposal penelitian untuk tesis. Di akhir semester itupun, akhirnya diadakan sidang mengenai proposal tersebut. Beberapa dari teman-temanku ada yang sudah mendapatkan jadwal di akhir desember dan ada pula yang di awal januari. Aku termasuk orang yang mendapatkan jadwal di awal Januari.

10 Januari 2014
Merupakan tanggal sidang proposalku. Entah kenapa, rasanya sidang ini berbeda dengan sidang untuk tesis. Persiapan-persiapannya semua terasa datar. Bahkan saat itu pun, tidak terasa deg-deg-an yang begitu berarti. Semua kujalani dengan cukup santai namun terasa hambar.
Hingga akhirnya, di akhir sidang itu, proposal ku dinilai tidak cukup untuk memenuhi standar penelitian S2 dan bisa dilakukan oleh mahasiswa S1. Aku pun akhirnya diminta untuk memperbaiki proposal tesebut dan melakukan sidang ulang pada tanggal 20 Januari.


Butuh waktu beberapa hari untuk aku menyadari apa yang harus aku perbuat. Apa yang harus segera aku kerjakan, karena tanggal 20 Januari itu tinggal beberapa hari lagi, setelah dipotong weekend dan hari libur.
Dalam beberapa hari itupun, aku sama sekali tidak menyentuh proposal ku yang telah berisi banyak coretan dari para penguji.
Saat itu aku marah, kecewa dan sedih. Aku pun bingung karena aku merasa perlu banyak perombakan yang dilakukan. Saat itupun, orang-orang rumah pun sedang berada pada kesibukannya masing-masing. Hal tersebut semakin menambah kesedihanku karena aku merasa tak memiliki tempat untuk bercerita mengenai keluh kesahku.

Hingga akhirnya, hari minggu malam, aku pun bercerita ke ibuku. Beberapa saran pun juga sudah diberikan, aku pun dibekali persiapan mental hingga akhirnya aku siap untuk melakukan revisi dalam waktu yang cukup singkat.

Selama seminggu, aku pun bolak-balik kampus. Melakukan revisi, bertemu dengan dosen pembimbing, melakukan revisi lagi, hingga akhirnya aku dinilai cukup siap untuk maju sidang lagi.

Ternyata, tanggal 20 merupakan hari tanpa sidang karena ada kegiatan lain. Tanggal sidang diundur jadi tanggal 21 Januari. Tambahan satu hari merupakan waktu yang cukup untuk meyakinkan ku dalam persiapan sidang kedua.

21 Januari 2014
Sidang proposal dalam kesempatan kedua. Ditemani hujan dari malam, kami pun berangkat sangat pagi. Aku ditemani oleh ibu dan adikku. Terlihat seperti anak TK yang baru masuk sekolah, tapi biarlah. Pukul 10.00 aku pun masuk ke dalam ruangan sidang. Ibu dan adikku menunggu di luar ruangan.

Sidang hari itu berjalan cukup lancar, beberapa pertanyaan pun berhasil dijawab. Beberapa pertanyaan yang kurang terjawab pun dibantu oleh dosen pembimbing. Alhamdulillah, semuanya tetap lancar. Alhamdulillah lagi, nilai yang diberikan pun cukup memuaskan.


»»  Read More...

14 Januari 2014

12 Rabiul Awal

Diposting oleh Ayu Wulandini di 14.1.14 0 komentar

Pasti ingat dong, ada peristiwa apa di tanggal ini?
Semua orang indonesia pasti tau, karena hari ini kalender pun berwarna merah
Di kalender pun tertulis, 'maulid Nabi Muhamamad SAW'

Ya, 12 Rabiul Awal merupakan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW
Kebanyakan orang pun, hanya mengetahui atau hafal dengan perayaan kelahirannya saja.
Padahal, ada kisah mengharukan lain di tanggal 12 Rabiul Awal ini.

12 Rabiul Awal
merupakan hari dimana Nabi Muhammad mengingat kita, untuk terakhir kalinya
merupakan hari, ketika Nabi lebih mengkhawatirkan umatNya dalam keadaan sakratul maut

Pada tanggal itu juga, Umar bin Khattab pun mengacungkan pedangnya dengan tinggi,
Mengancam siapapun yang berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah meninggal
Sampai akhirnya, Abu Bakar pun mengeluarkan pernyataannya
"Saudara-saudara, barangsiapa mau menyembah Muhammad, maka Muhammad sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, maka Allah selalu hidup dan tak pernah mati."

Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah,
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imran: 144).



Ya Rasul, pada tanggal ini Engkau dilahirkan
dan pada tanggal ini pula Engkau kembali kepada Allah.
Rindu ini, begitu dalam untukmu,ya Rasul
Walaupun diri ini belum pernah bertemu langsung denganmu,
walaupun diri ini tidak bisa menziarahi makammu dari dekat.
Tidak mengurangi rasa rindu dan harapanku untuk segera bertemu denganmu di akhirat nanti

Saat ini, hanya shalawat yang bisa kulakukan untuk mengenangmu, ya Rasulullah





»»  Read More...
 

Ayu Wulandini Rezkyal Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez